Me Love You


Rabu, 29 Juni 2011

"Diri yg terkuasai"

Didalam prjuangan
melawan perperangan antara dri
diri yg lebih rendah dan jiwa
perperangan ini akan terus berlanjut sepanjang hidup..

Siapa yg akan mendidik siapa
Siapa yg akan menjadi pemenang bagi siapa
jika jiwa menjadi pemenangnya
Jadilah kita orang yang percaya..

Jika diri yg lebih rendah
jadi pemenang diatas jiwa
kita akan menjadi orang
yang mengingkari kebenaran..

Kita masih belum punya kemampuan
untuk mengubah jalan hidup ini
menuju jalan yg lebih berarti..

Jika kita melihat kesalahan" kita dgn lebih jelas
penyesalan dan keinginan
merubah pun semakin tumbuh ..

Kita seperti pecandu yang mulai menyadari
mengakui tingkat kecanduannya
memahami penyakit yg kita atau orang lain idap..

Siapa pun ingin yg terbaik
bisa menyempurnakan atau menyelesaikan
dlm tahapan pemahaman lahiriah
walau dgn pujian ataau ibadah
yang secara lahiriah bersifat mekanis..

Jika kita bisa membersihkan
diri walau dgn sekali saja
rahasia dari segala rahasia didlm'ya
akan tebuka,rupa yg gaib
yang sembunyi dibalik gejolak alam
akan terpancar dilayar kesadaran

By. roni Wahyudi"
By.roni wahyudi

Tidak ada komentar:

http://roniwahyudi@blogsport.com

Foto saya
samarinda, kalimantan timur, Indonesia
SelamiLah hatiMu raiHlah Mutiara yG terindah yG taK seBanDing dnG duNia Mu.... DaLam luBuk yG paLing daLam peLiharaLah dia denGan saLing diaM.. "tidakLah mata dapat memandangNya, tidaklah ta'rif dapat membatasiNya, tidaklah sifat dapat menemuiNya dan tidaklah ada yg mengimbangiNya, kelu mengibaratkan, lemah mengisyaratkanNya, tidak berdaya membuat alamatNya, tetapi bashirah yg bisa menemuiNya. "Engkau selalu menyertai akwan selama engkau tidak memandang kepada yg mengadakan, tetapi jika engkau selalu memandang kepada yg mengadakan maka akwan akan mengikuti engkau". Alam ini zhahirnya adalah muka yg indah dan selalu berubah dan bathinya adalah hakikat. Setiap hari ia lewat merengkuh tanganku memberikan sesal dalam hatiku ... kemudian, berlalu. Seperti penghuni neraka Jika kulit-kulitnya terpanggang kembali pula kulit-kulit itu untuk sbuah derita panjang Bukanlah orang mati itu istirahat seperti mayat Kematian adalah mati kehidupannya.